Antara Hidroponik dan Sehat Lahir Batin

 

 

Ahay…kali ini saya tulis tentang hidroponik ya. Kenapa saya tulis hidroponik? Apa kaitannya dengan afirmasi dan ketenangan diri?

Ini yang sebenarnya mau saya bahas.

Hidroponik sendiri adalah cara budidaya tanaman tanpa media tanah. Mengapa hidroponik marak? Karena hidroponik bisa ditanam dilahan yang tidak luas. Cara bertanamnya pun mudah banget. Hanya butuh air yang menggenang, nutrisi, net pot, rockwool sebagai media menanamnya. Sebenarnya juga tidak pakai rockwool juga bisa, tapi saya kurang ‘pede’.

Hidroponik itu menghemat air loh! Walaupun medianya air, tapi saya jadi jarang menyiram tanaman kecuali kalau air di media hidroponik berkurang. Dan biasanya itu hanya terjadi ketika tanaman sudah mulai dewasa. Saya menambah air nutrisi sekitar dua hari sekali.

Cara budidaya dengan media hidroponik juga bisa mengurangi rasa takut…pada hewan tanah seperti cacing he he he. Jadi yang phobia sama cacing, boleh tuh coba hidroponik tapi tidak dengan ulat loh. Karena di hidroponik juga tidak lepas dari hama ulat. Biasanya yang menanam hidroponik lebih memilih cara aman memelihara tanamannya dengan non kimia. Pakainya bukan pestisida tapi ‘pitesida’ he he he.

Kalaupun hama harus ditanggulangi, para petani hidroponik memilih membuat sendiri pestisida mereka dengan bahan-bahan alami seperti bawang putih, sirih atau tanaman pengusir hama.

Sebenarnya ada yang lebih menarik lagi dalam bertanam hidroponik untuk meningkatkan kualitas hidup selain dari perniagaan tanaman hidroponik yang menggiurkan. Memandang tanaman yang hijau di halaman sungguh membuat mata dan hati menjadi sehat.

Sawi Mau Panen

 

Bertanam khususnya dengan hidroponik membuat energi yang tidak baik dalam diri saya menguap. Melihat mereka bertumbuh seperti ada kepuasan tersendiri. Apalagi jika hasilnya bisa mendatangkan manfaat bagi keluarga dan sekitarnya.

Hidroponik juga membuat saya lebih sehat. Ketika saya harus bolak-balik ketika menambah air nutrisi di media berasa olahraga. Memindahkan tanaman bayi ke tempat yang lebih luas untuk pertumbuhannya juga memerlukan kesabaran. Saya memperlakukan semua tanaman seperti saya merawat anak-anak. Jadi juga saya ajak ngobrol. Ya seperti orang yang gimana gitu, tapi saya kok yakin kalau tanaman diperlakukan seperti makhluk hidup lainnya, dia akan tumbuh lebih mantab.

Panen Sawi Merah

 

Sayangnya banyak orang yang  menganggap modal untuk bertanam hidroponik tinggi. Memang sih kalau kita mau benar-benar berusaha di bidang hidroponik, investasi yang dikeluarkan akan lebih besar diawalnya. Karena ada media rakitan pipa untuk tempat tanamannya. Tapi saya pun hanya menggunakan gabus tempat buah saja untuk tempat airnya. Saya lebih suka menggunakan alat-alat yang sudah ada di rumah seperti baskom atau botol.

Bagi saya bertanam hidroponik adalah sesuatu yang menyenangkan, menyehatkan dan membuat tambah kaya he he he. So, mengapa teman-teman tidak mencobanya?

 

 

Nurdiah75

Ibu tiga bidadari yang terus bertumbuh menjadi sholihah. Mengajar di STIE Mitra Indonesia, sebagai analis tanda tangan, menulis dan bertani. Sangat menyukai semua hal yang positif dan bermanfaat, karena itu bisa menular ke teman yang lain...sharing is caring, setuju?

This Post Has 23 Comments

  1. mauu, saya demen aja berkebun sebenarnya tapi enggak suka sama tanah yang ada cacingnya, geli. Jadi suka males berkebun takut nongol itu makhluk satu heu. tapi kalo hidropnonik tanpa tanah kek gini, keknya seruuu. mau ah niru. makasih mba sharingnya ~

    1. Sama sama mbak. Besok saya ulas bagaimana cara menanamnya dan merawatnya

  2. Mbak, mau dong diulas juga cara menanam secara hidroponik. Apa saja yang dibutuhkan, langkah-langkahnya, perawatannya, gitu. Ih, maksa ini, ya. Tapi beneran deh, pengen tahu. Kapan hari pernah tanya satu set perlengkapannya gitu harganya lumayan mahal, Rp 5 jutaan kalau nggak salah. Lahan di rumahku tuh terbatas banget. Rumahnya imuuut soalnya, kayak Mbak gitu deh, hihihi …

    1. Boleh mbak, besok saya ulas tentang cara menanam dan merawatnya ya mbak Melina

  3. Aku sebenernya pingin berhidroponik gini di rumah mba, tapi keburu rempong sama yang lain hehehe #ngeles

    1. Mbak Bety, hidroponik enggak rempong. Saya aja ngecek tanaman tiap dua hari sekali. Itu saja cuma sebentar. Ntar kalo rempong, saya aja yang ngerjain di rumah mbak Bety.

  4. Aku masih pikir-pikir sih, Mbak. Lagi nyari posisi yang paling pas buat naruh tanamannya. KArena jujur saja posisi rumahku nggak kena matahari pagi. Selama ini tanaman di pot nggak bisa seger. Katanya karena nggak kena panas matahari pagi. Jadi masih belajar aja kalau soal hidroponik,

    1. Iya, panas matahari memang harus ada. Tapi bisa diakali kok mbak. Temen-temen yang rumahnya rimbun, biasanya pake lampu UV untuk ganti panas matahari walaupun tetap tidak bisa optimal. Tapi lebih baik daripada tidak ada.

  5. Pengen nyoba nih. Tapi takut dicucuki ayam. Soalnya ayam2 paksu ngga dikandangin

    1. Tanamannya aja yang dikandangin mbak yuliani he he he. Bukan mau bercanda loh, teman saya juga tanamannya dikandangi karena ayam tentangga nakal

  6. Saya suka berkebun juga, tapi belum coba hidroponik. Jadi pengen coba, makasih sharingnya.

    1. Sama sama, dicoba ya mbak. Asyik kok…enggak harus sering-sering nyiram. Rasa sayuran juga lebih gurih dan krius.

  7. Bener banget, Mbak. Saya ada sedikit sekali sisa tanah di depan, itu juga saya maksimalkan untuk tanaman. Lega rasanya lihat bayam & tanaman lain tumbuh subur. Apalagi tanamannya bisa dimanfaatkan buat dimakan, ayem rasanya…

    1. Iya mbak, lebih sehat karena enggak pake pestisida kimia…

  8. Mbak..aku suka baca ini…Dikupas lagi dong tentang hidroponik. Menarik ini lho..apalagi pengalaman pribadi.
    Dan itu panenannya begitu menggoda
    Ditunggu artikel hidroponik lainnya ya Mbak Diah:)

    1. siaaap mbak Dian…nanti saya tulis yang lain lagi

  9. Misua saya jago tanam menanam. Saya ditulari, sih. Tapi emang masih atut ma cacing dan ulat, hiii…
    Tapi sampai sekarang kami belum nyobain hidroponik. Secara lahan kebun lumayan luas. Insya Allah kapan2 pengen coba juga. Penasaran 🙂

    1. Aduh eman eman mbak…lahan luas, budidaya bisa tambah banyak

  10. Wah baru tahu, kalau bawang putih dan sirih bisa dibuat pembasmi hama. Digimanain itu Mbak?

    1. Diblender terus didiamin satu malam dengan sedikit air mbak Ane

  11. Wah, kebetulan sudah lama pingin bikin hidroponik. Terimakasih sharingnya mb, sayang step by stepnya ga ada gambarnya ya.

  12. aku pernah praktik di sekolah dulu. bareng anak anak murid. hidroponik sayuran. Hasilnya yang membeli wali murid.

  13. Tahu nggak, praktik hidroponik ini sering kuajarkan ke murid-muridku. Tapiii aku sendiri belum pernah praktik di rumah. hiii..jangan dicontoh ya

Tinggalkan Balasan

Close Menu