Tutorial Hidroponik ala Diah

Setelah banyak permintaaan kepada saya untuk menjelaskan bagaimana cara budidaya hidroponik, dengan malu saya mencoba menjelaskannya he he he.

Sebenarnya tutorial bisa sih lihat di youtube, tapi its oke lah saya coba menjelaskannya dengan cara saya.

Langkah pertama untuk memulai hidroponik, tentu saja dengan mempersiapkan segala ubo rampenya.  Bahan yang harus disiapkan adalah bibit (of course), rockwool, nutrisi AB Mix, net pot, kain flanel dan wadah untuk hidroponik.

Wadah untuk hidroponik ini bisa berupa gabus  bekas buah dan baskom (untuk wick system sederhana) atau modul yaitu  pipa yang sudah dilubangi plus pompa air dan pirantinya. Modul bisa dipesan di toko  hidroponik atau pesan ke saya, yes.

Dari kiri ke kanan: net pot, rockwool, nutrisi hidroponik AB Mix, kain flanel.

Fungsi netpot adalah untuk wadah rockwool yang sudah diberi benih.  Perbedaan net pot dengan pot biasa adalah adanya lubang di net pot yang berguna agar tanaman langsung mendapatkan nutrisi air.

Rockwool adalah media pengganti tanah. Sekilas rockwool itu seperti busa ya, padahal bukan. Rockwool itu sebenarnya batu loh, tapi dengan proses khusus, bisa jadi empuk seperti busa.

Nutrisi AB Mix adalah makanan yang disediakan untuk tanaman. Kalau dalam budidaya konvensional, media makanannya berupa tanah. Di Hidroponik, tanah diganti dengan air dicampur nutrisi AB Mix. Ada dua nutrisi dalam satu kemasan, yaitu nutrisi A dan B. Jika nutrisi berbentuk bubuk, maka harus dijadikan cair terlebih dahulu.

Caranya mengencerkan nutrisi AB Mix adalah buka salah satu nutrisi dulu. Misal nutrisi A, kemudian lihat kemasan nutrisi. Cari tahu nutrisi ini untuk air berapa liter. Minimal air yang digunakan untuk  mengencerkan adalah  500ml. Ada juga nutrisi untuk air 2,5lt dan 5lt.

Cara memberikan air untuk mengencerkan nutrisi juga tidak langsung semuanya. Misal untuk nutrisi yang membutuhkan air 500ml, tidak langsung semua air diberikan di bubuk nutrisi. Pemberian air harus sedikit demi sedikit. Bubuk nutrisi diberi air 200ml dulu, kemudian di aduk dan ditaruh lagi ke gelas takar. Jika campuran bubuk nutrisi dan air sudah lebih dari 200ml, maka pemberian sisa air adalah secukupnya saja sampai air berada di kisaran 500ml pada takaran gelas ukur. Demikian juga untuk pengenceran nutrisi yang lainnya.

Selanjutnya adalah kain flanel. Kok pakai kain segala? Kain flanel disini berfungsi sebagai sumbu seperti sumbu di kompor minyak. Kain flanel diharapkan bisa menyampaikan nutrisi ke rockwool walaupun tananaman belum menyentuh air.

Untuk modul, jika menggunakan modul rakitan, ya tinggal pakai saja. Jika menggunakan gabus bekas buah atau baskom, ada sedikit penangangan lebih agar tanaman bisa sehat dan bugar.

Sampai di sini ada pertanyaan? Bhahaha seperti cikgu saja.

Lanjut, yes!

Selanjutnya adalah cara menanam. Perlakuan menanam sama seperti cara konvensional bedanya yang disiapkan adalah rockwool yang dipotong kotak kecil-kecil. Kemudian bagian atas  rockwool ditusuk untuk benih yang akan dimasukkan. Setelah selesai memasukkan benih, maka rockwool disiran air pelan-pelan hingga menjadi lembab.

Benih yang berumur satu hari

 

Setelah benih berusia sepuluh hari atau jika sudah berdaun empat, maka benih dipindah ke netpot setelah di bawahnya diberikan kain flanel terlebih dahulu. Setelah selesai, baru  modul tempat menanam diberi air dan nutrisi AB Mix. Takaran nutrisi dalam air  disesuaikan dengan jenis tanaman. Untuk selada, sawi dan kale, biasanya diberikan 800-900 ppm. Hal ini artinya satu liter air bisa diberikan  sekitar 2,5 sampai 3ml nutrisi A dan  nutrisi B.  Harap diingat, nutrisi tidak langsung dicampur. Harus satu satu. Misal nutrisi A dulu ditakar kemudian dimasukkan air dan sebaliknya.

Untuk kangkung dan bayam, diberikan dapat diberikan nutrisi lebih tinggi. Satu liter air diberikan nutrisi A 5ml dan nutrisi B 5ml.  Karena penanaman kangkung dan bayam sangat mudah dan cepat, sayuran ini menjadi favorit para hidroponik pemula.

Bayam merah

 

Tanaman Kangkung

 

Aneka Sayur

Setelah sekitar 25 hari, tanaman-tanaman ini bisa dipanen. Kalau saya selalu mengajak anak-anak tiap panen sayur. Rasa sayur hidroponik dengan sayur konvensional memang berbeda. Sayur hidroponik itu krius, segar dan enggak pake pestisida.

So, mau apa lagi coba? tanah walaupun kecil, juga bisa kok ditanami macam-macam sayur. Masak sih kalah sama kampung saya yang sudah mulai berhidroponik. Yuukks!

Ada yang mau ikut panen?

Sebentar lagi panen.

Nurdiah75

Ibu tiga bidadari yang terus bertumbuh menjadi sholihah. Mengajar di STIE Mitra Indonesia, sebagai analis tanda tangan, menulis dan bertani. Sangat menyukai semua hal yang positif dan bermanfaat, karena itu bisa menular ke teman yang lain...sharing is caring, setuju?

This Post Has 9 Comments

  1. Wah mantab nih hidroponiknya mbak. Sayang saya kurang suka berkebun dan bercocok tanam. Lalu saya sukanya apa atuh? Hehe. Tapi boleh juga nih dipraktekan kalo sedang waktu senggang mencoba hal baru

  2. Bookmark dulu ya mba, semoga ada waktu untuk mit ap sembari belajar hidroponik sama dirimu

  3. Aku tertarik nih Mbak Diah..
    Ini peralatan dan bahan semua bisa didapatkan di toko tanaman khusu hidroponik berarti ya?

  4. Saya udah lama pengen bikin tanaman hidroponik. Wah, makasih banget ya mbak jadi ke inget lagi deh mau bikin, makasih sharingnya

  5. Duh, segernyaaa liat yg hijau-hijau gitu.
    Belum nyobain hidroponik tapi pengen juga sih. Selama ini nanam sawi, kangkung, terong, cabe ya di tanah.
    Nice info, Mbak 🙂

  6. halaman rumahku tuh ndak terlalu luas ditambah motornya anak-anak, jadi tak ada lagi lahan yang cukup untuk nanam-nanam. Tapi kalau hidroponik kayaknya masih bisa deh. Mau dicoba ah

  7. Bapak mertua saya di Jember mulai tanam hidroponik di lahan depan rumah beliau. Tapi akhirnya gagal terkena hama kalau nggak salah.
    Dan nyebarnya cepat banget.
    Berarti cara ngantisipasinya biar berhasil bagaimana ya mbak?
    Makasih

  8. Asyik, ada teman. Mbak Diah suka nana juga ya. Senang lihat sayurannya, segar-segar.

  9. Pengen coba suatu saat. Noted deh mb kyknya asikk ya berkebun dan memetik sayurnya untuk dimasak. Hmmm….produk sendiri hasil tanam sendiri lbh puas…😊

Tinggalkan Balasan

Close Menu