Saya VS Kutu Kebul

 

Yang namanya kutu, dimana-mana tetap menjijikkan. Pun ketika kutu saya temukan di pohon tomat. “Oh, pohon tomat yang sedang banyak buahnya, kenapa engkau yang menjadi korbannya, hiks.”

Kutu kebul yang warnanya putih-putih memang senang banget sama pohon tomat dan cabai. Sebenarnya enggak cuma tomat dan cabai saja. Pohon lain seperti mint, kale, dan oregano juga kena. Tapi enggak separah tomat yang sedang merah merona. Enggak tahu kenapa, si kutu suka pohon tomat, mungkin karena tomat itu baunya langu ya, he he he saya juga enggak ngerti sih.

Yang Jelas, kutu putih ini memang mengesalkan. Daun yang semula segar jadi menunduk layu. Sudah gitu, daun dan tomat jadi ada noda-noda hitamnya. Kuning dan layu. Tomat jadi busuk sebelum memerah. Kalau dibuka isinya ulat-ulat kecil yang bikin geli dan enek.

 

 

Saya enggak mau tomat-tomat matiiii. Jadi saya harus berperang melawan kutu putih ini. Sudah banyak daun yang saya buang karena kutu putih. So, saya mau pake pestisida saja. Kepikiran sih, pake pestisida kimia, tapi kan saya juga makan tomatnya, hiks. Karena alasan ini, saya mencoba searching ke mbah google dan bertanya pada ahli pembasmi kutu putih.

Hasilnya, ada beberapa resep pestisida nabati yang bisa dibuat. Dan ini yang mau saya buat besok pagi.

Ekstrak Bawang Putih

Bahannya adalah bawang putih 100 gram, dua sendok makan minyak goreng, 500ml air, dan sedikit sabun cair.

Cara pembuatan: Bawang putih di blender sampai hancur lalu rendam dengan minyak goreng selama seharian. Kemudian tambahkan 500 ml air dan sedikit sabun cair. Aduk rata dan saring.

Cara penggunaan: Campur ekstrak bawang tadi dengan 10 liter air dan semprot ke seluruh tanaman di pagi atau sore hari. Lakukan setiap dua hari sekali.

Sebenarnya sih ada resep lain selain bawang putih seperti menggunaan tembakau, biji dan daun mimba, serai, gadung, dan sirsak. Cuma, saya mau pakai ekstrak bawang putih dulu karena paling mudah ditemukan. Untuk resep lain akan saya gunakan jika ekstrak bawang putih tidak mempan dengan kutu putih.

 

Doakan ya, agar tomat indigo saya bisa berbuah dengan lebat yes. Aamiin

 

 

 

Nurdiah75

Ibu tiga bidadari yang terus bertumbuh menjadi sholihah. Mengajar di STIE Mitra Indonesia, sebagai analis tanda tangan, menulis dan bertani. Sangat menyukai semua hal yang positif dan bermanfaat, karena itu bisa menular ke teman yang lain...sharing is caring, setuju?

This Post Has 7 Comments

  1. Mbak, itu beneran namanya tomat indigo? Dari warnanya, kelihatannya beda ya dengan tomat yang biasa aku temui sehari-hari. Hihihi, aku nih nggak akrab banget sama dunia tanaman. Jadi nggak ngerti jenis-jenisnya. Kalau kutu putih memang iya tuh nyebelin banget. Dulu sih pernah punya tanaman cabe dan begitu juga. Dikerubutin putih-putih. Tapi aku baru tahu sekarang lho kalau itu tuh kutu. Dulu nggak coba cari tahu, sih, karena belum familiar juga dengan Google. Eh, nggak punya hp malahan, wkwkwk …

    Semoga sehat subur ya tanaman-tanamannya, Mbak …

  2. Wah semoga tomat-tomatnta bisa panen dengan sempurna mbak.. bisa hilang tuh si kutu. Saya pikir yang putih itu karna ulat. Beda yah mbak ternyata. Aman juga nih yah bikin pestisida dari bawang putih gini

  3. Aamiin, semoga tomat-tomatnya bisa tumbuh dengan baik, dan diajauhkan dari hama.

  4. Itu tomat indigo mbak,wah warnanya cakep ya, saya kira tadi buah apaaa gituu… Haha

  5. Tomat indigo…wah keunguan gitu yah. Rasanya gimana? Kayaknya enak dimakan segar yah.
    Semoga resep bawang putihnya mempan yaa melawan kutu kebul…

  6. Aku jadi erasa bersalah nggak nulis hobi berkebun dalam postingaku tentang ho bi, ternyata Mbak Diah bener-bener senang bertani/berkebun ya, sampai-sampai bereksperimen seperti ini untuk tomat indigonya, Ntar aku tambahi deh. Btw, Tomat indigo kira-kira rasanya sama gak ya?

  7. Duh, udah lama saya gak nanem tomat. Eh, kok Ada tomat Indigo ya. Cantik.
    Iyes, saya pernah pake pestisida alami seperti itu. Waktu itu lagi menanam cabe, sih.
    Keren, Mbak. Berkebun dan bertani itu emang bikin bahagia 🙂

Tinggalkan Balasan

Close Menu